
Cangkang kelapa sawit alam jika tidak diolah secara tepat akan menjadi limbah bagi lingkungan. Cangkang sawit merupakan sisa pecahan cangkang setelah biji sawit dikeluarkan dan dihancurkan.
Tentang Cangkang Kelapa Sawit Alam
Cangkang kelapa sawit ini merupakan bahan yang berserat serta bisa ditangani dengan mudah hingga produk siap dijual. Dalam proses pembuatannya, terdapat cangkang kelapa sawit alam berupa pecahan besar dan kecil.
Kadar air pada cangkang sawit cukup rendah, yaitu 11-13% dibandingkan residu biomassa lain dari sumber yang berbeda. Residu pada cangkang sawit ini berasal dari bagian minyak kelapa sawit.
Bahan tersebut cocok untuk penghangat ruangan. Cangkang kelapa sawit merupakan bahan bakar yang memiliki kualitas baik dengan ukuran yang beragam. selain itu, bahan ini mudah dihancurkan serta proses pembakarannya cepat.

Hal ini terjadi dikarenakan tingkat kelembapan dari cangkang sawit relatif rendah. Secara umum, serang dan cangkang sawit digunakan sebagai bahan bakar untuk ketel uap.
Uap yang dihasilkan tersebut digunakan untuk menjalankan turbin yang memproduksi listrik. Bahan-bahan tersebut dapat menghasilkan energi lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan energi di pabrik kelapa sawit.
Sebagai sumber biomassa, cangkang sawit dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif ketika harga batu bara meningkat serta pasokannya menipis. Jika diolah secara tepat, asap hasil pembakaran ini lebih ramah lingkungan.
Cangkang kelapa sawit alam memiliki banyak kandungan unsur yang sangat berguna. Kandungan tersebut mulai dari kadar air yang lembab, intensitas abu yang minim, kadar penguapan yang tinggi, hingga kandungan karbon aktif.
Saat ini, pemanfaatan cangkang sawit lebih difokuskan pada biomassa alternatif. Dari segi ketersediaan, jumlah cangkang sawit ini sangat melimpah karena luas perkebunan sawit di Indonesia sangat luas.
Biomassa dari Cangkang Kelapa Sawit Alam
Berikut beberapa hal tentang biomassa cangkang sawit yang perlu Anda ketahui:
1. Penguapan Tinggi
Kadar penguapan pada cangkang kelapa sawit alam sangat tinggi, yaitu 69-70%. Selain itu, zat sulphur karbon yang ada pada cangkang sawit relatif rendah, sehingga dapat mengurangi pencemaran atau polusi udara.
Hal tersebut membuktikan bahwa penggunaan energi biomassa dari cangkang sawit akan lebih ramah lingkungan. Kandungan cangkang sawit tersebut membuat cangkang sawit dapat berpotensi menjadi energi alternatif bagi bumi.
2. Berpotensi Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik
Pembangkit listrik di Indonesia saat ini masih menggunakan tenaga fosil. Kebutuhan listrik semakin meningkat. Hal ini tentu saja ada ketidakseimbangan antara permintaan dengan sumber daya yang digunakan.
Kondisi tersebut menyebabkan ada daerah yang mengalami krisis listrik. Penggunaan energi biomassa dari cangkang sawit dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
Hal ini dikarenakan produk sampingan dari kelapa sawit dikenal sebagai bahan bakar yang baik untuk bahan bakar pada pembangkit listrik dan harga cangkang sawit relatif lebih murah. Tidak heran jika banyak negara yang mulai beralih ke biomassa sawit.
3. Pengolahan Biomassa Menjadi Energi Pembangkit Listrik
Manfaat cangkang sawit selanjutnya diolah menjadi energi biomassa relatif mudah. Caranya yaitu tempurung sawit dibakar dengan tingkat panas tertentu sesuai ketentuan.
Selanjutnya, uap ini ditampung dan dialirkan melalui pipa menuju mesin uap. Setelah itu, hasil tersebut dimanfaatkan sebagai sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Agar menjadi sumber energi terbarukan yang selalu ada, pembangkit listrik berbahan bakar biomassa ini dapat diintegrasikan dengan pabrik pengolahan kelapa sawit.
Penutup
Pemanfaatan cangkang kelapa sawit alam sebagai biomassa ini jika ditangani dengan benar akan sangat bermanfaat. Selain itu, cangkang sawit merupakan sumber daya alam yang bisa diperbaharui, sehingga ketersediaannya selalu ada.
Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai cangkang sawit, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.