cangkang sawit baru

Cangkang sawit baru saat ini menjadi incaran bagi sektor industri di banyak negara. Awalnya diremehkan sebagai limbah setelah penggunaan kelapa sawit, tetapi ternyata cangkangnya memiliki berbagai fungsi yang bermanfaat.

Permintaan cangkang sawit pun saat ini meningkat secara drastis, jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Semenjak barang ini menjadi barang penting bagi sektor industri, permintaan ekspor pun turut meningkat. Apa yang menyebabkan cangkang sawit sangat digemari?

Kegunaan Cangkang Sawit

Cangkang sawit disebut memiliki berbagai fungsi yang bermanfaat yang tidak kalah dari kelapa sawit. Bahan tersebut juga dapat menjadi bahan baku untuk membuat produk untuk kebersihan. Salah satu di antaranya adalah hand sanitizer dan sabun krim.

Mengingat Indonesia menjadi penghasil sawit terbesar di dunia saat ini, bukan lagi alasan untuk mengekspor produk sabun dan hand sanitizer dari luar negeri. Masyarakat dapat memanfaatkan cangkang sawit sebagai sebuah bahan baku demi mengurangi jumlah limbah.

cangkang sawit baru

Satu lagi kegunaan penting cangkang sawit adalah sebagai sebuah energi alternatif. Penggunaannya sebagai bahan bakar baru sudah diakui dunia untuk menggantikan batu bara.

Pasalnya, batu bara memicu emisi karbondioksida jika digunakan sebagai bahan bakar. Penggunaan cangkang sawit dapat mengurangi dampak dari batu bara.

Berbagai negara di dunia pun memanfaatkan cangkang sawit sebagai bahan energi terbarukan (renewable energy). Oleh karena itu, bahan ini menjadi andalan dalam program bauran energi yang diterapkan setiap negara.

Harga Ekspor Cangkang Sawit Baru

Setelah fungsi cangkang sawit baru terungkap, dunia beramai-ramai melakukan permintaan pada bahan itu. Pasalnya, cangkang sawit dapat menjadi sangat berguna di sektor industri di banyak negara.

Begitu permintaan semakin banyak, otomatis harga cangkang sawit pun naik. Hal ini terkait dengan kebutuhan energi dunia yang semakin besar dari tahun ke tahun.

Pada 2021, diperkirakan cangkang sawit sebagai komoditas ekspor dibanderol seharga US$95 sampai US$105 (setara dengan 1,48-1,64 juta) per tonnya. Saat itu, nilai itu disebut sebagai harga tertinggi sepanjang sejarah.

Per November 2022, harga cangkang sawit terbaru di Indonesia menyentuh rp1,5 juta per ton.

Negara yang Menjadi Pengincar Cangkang Sawit Terbesar

Jepang menjadi negara dengan permintaan ekspor cangkang sawit terbanyak di dunia. Pada 2022, kebutuhan negeri sakura itu pernah diprediksi mencapai 6,2 juta ton. Setiap tahunnya, kebutuhan Jepang pada bahan energi alternatif bisa mencapai jutaan ton.

Umumnya, Jepang memiliki kebijakan energi yang diharapkan dapat berdampak baik pada lingkungan. Mereka sudah menetapkan pada 2030 bahwa 24 persen pemenuhan energi harus dari bahan energi baru dan terbarukan.

Menyusul Jepang, China, Taiwan, Korea Selatan, dan Thailand menjadi pengimpor cangkang sawit terbesar dari Indonesia. Bahkan, cangkang sawit asal Indonesia menjadi komoditas dengan permintaan tinggi bagi setiap negara.

Pasalnya, cangkang sawit asal Indonesia dipercaya memiliki kualitas tinggi daripada negara lain.

Tidak seperti negara Asia seperti yang sudah disebutkan, negara Eropa cenderung enggan mengimpor cangkang sawit dari Indonesia. Ini mengingat harga pengirimannya cenderung jauh lebih tinggi dan juga waktu pengirimannya.

Keterbatasan logistik ikut menjadi masalah bagi Indonesia dalam mengekspor cangkang sawit. Mulai dari keterbatasan pasokan yang disebabkan oleh ketersediaan produksi hingga tidak adanya perizinan dan infrastruktur yang bagus.

Penutup

Cangkang sawit baru dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, salah satunya sebagai komoditas ekspor bagi Indonesia. Meski permintaannya sebagai bahan energi terbarukan sangat tinggi, Indonesia masih memiliki masalah seperti keterbatasan pasokan dan logistik.

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai cangkang sawit, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.