harga cangkang sawit di kalimantan

Siapa sangka limbah dari kelapa sawit, ternyata memiliki nilai jual dan peminat yang cukup besar di pasar. Cangkang dari sawit yang telah diambil minyaknya ini, masih dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar hingga biomassa. Tidak heran jika produsen mematok harga cangkang sawit di Kalimantan cukup tinggi.

Harga Cangkang Sawit di Kalimantan Saat Ini

Kalimantan merupakan salah satu diantara pulau penghasil sawit terbesar di Indonesia. Selain Kalimantan, ada dua daerah penghasil sawit yang lebih dahulu memiliki perkebunan sawit. Dua daerah tersebut adalah Sumatera Utara dan Aceh. 

Sekarang perkebunan sawit telah tersebar luas di Indonesia, dari Lampung, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Papua, Maluku, hingga Riau.

Bahkan berdasarkan data, Indonesia masuk dalam negara penghasil sawit terbesar. Tidak heran jika harga cangkang sawit pun mengalami peningkatan pertahunnya. Pada tahun 2016 harga cangkang sawit kisaran Rp 1.400 rupiah per kilogramnya. Tahun 2020 harga Rp 2000 rupiah dan di tahun 2022 mencapai Rp 2.500 rupiah per kilogram.

harga cangkang sawit di kalimantan

Cangkang Sawit Bisa Jadi Apa?

Kenapa cangkang sawit memiliki nilai jual? Karena cangkang kelapa sawit dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal. Itulah yang menjadikan harga cangkang sawit di kalimantan, mengalami peningkatan pada jumlah pembeli. Mulai dari pembeli lokal hingga di ekspor ke negara tetangga.

Cangkang sawit dapat diolah menjadi bahan bakar boiler atau batu bara, biomassa, pengawet alami, hingga beberapa ekstraknya dapat digunakan untuk campuran makanan ternak. Namun, rata-rata negara yang mengimpor cangkang sawit menggunakannya sebagai bahan bakar.

Alasannya, agar sumber daya alam yang ada tidak cepat habis. Selain itu, harga cangkang sawit juga relatif lebih murah dibandingkan dasar bahan bakar lainnya. Penggunaan cangkang sawit juga dapat mengurangi polusi udara, pelestarian sumber daya alam yang tersedia, dan lebih ramah lingkungan.

Bisnis Cangkang Sawit

Bisnis cangkang sawit biasanya dikelola oleh perusahaan pengolah minyak sawit. Karena selain kandungan buah yang dapat dijadikan minyak, cangkang buah sawit ini juga bernilai ekspor. Sebab, dapat diolah menjadi bahan bakar pengganti batu bara.

Cangkang sawit biasanya diekspor ke negara Jepang, Thailand, Taiwan, dan lain-lain. Dalam sekali ekspor dapat mencapai 1-2 ton. Oleh negara impor cangkang sawit ini diolah menjadi biomassa hingga batu bara, yang kemudian digunakan sebagai pengganti energi listrik.   

Harga ekspor cangkang sawit dapat mencapai US$150 untuk setiap tonnya. Adapun untuk Kalimantan pertahunnya cangkang sawit yang dihasilkan dapat mencapai 1,74 juta per tahun.

Pengaplikasian Pembangkit Listrik Dari Cangkang Sawit di Kalimantan

Pengembangan pembangkit listrik dari bahan bakar batu bara tidak hanya dipraktekkan oleh negara yang mengimpor cangkang sawit. Indonesia pun juga mengaplikasikannya secara langsung. Tepatnya di provinsi Kalimantan Barat.

Direktur PLN bersama dengan beberapa PT bekerjasama mengembangkan biomassa. Biomassa ini digunakan untuk pembangkit listrik yang ada di beberapa wilayah di Kalimantan Barat.

Dari 98.400 ton cangkang sawit yang diolah menjadi biomassa, dapat menghasilkan kurang lebih 70 juta kilowatt listrik/jam. Dengan ini Kalimantan Timur menjadi provinsi percontohan dengan pembangkit listrik energi baru.  

Penutup

Harga cangkang sawit di Kalimantan mengalami kenaikan pada beberapa dekade terakhir. Mulai dari harga Rp 1.400 rupiah hingga Rp 2000 rupiah per kilogramnya. Bahkan untuk tahun ini harga cangkang sawit mencapai Rp 2.500 rupiah.

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai cangkang sawit, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.