cangkang sawit ciri ciri

Cangkang sawit ciri cirinya berbeda-beda dari masing-masing jenis yang ada. Cangkang Kelapa Sawit (CKS) merupakan bagian dari buah sawit yang berada di antara daging buah dan Inti Sawit. Setelah mengekstrak minyak kelapa sawit mentah dari daging buah sawit pada tahap awal proses pengolahannya.

Bentuk utuh inti sawit yang terlindungi oleh cangkang nantinya akan dikirim ke proses pemecahan serta pemisahan antara cangkang dengan inti sawit tersebut. Pada bagian cangkang kelapa sawit ini biasanya memiliki warna alami coklat gelap.

Cangkang Sawit Ciri Cirinya Seperti Apa?

Cangkang kelapa sawit dahulu masuk kategori sebagai produk sampingan dari sejumlah proses buah kelapa sawit. Produk utamanya yakni minyak kelapa sawit mentah dan inti sawit, yang sejatinya punya nilai komersial. Akan tetapi, seiring melajunya waktu, kesadaran dalam memelihara kelestarian lingkungan, serta kesadaran dalam memerangi pemanasan global. Cangkang sawit secara perlahan mulai dipertimbangkan sebagai substitusi energi batu bara.

Sejak awal tahun 2000, sebagian besar pabrik yang beroperasi di Indonesia menggunakan ketel uap perlahan-lahan mulai berganti ke penggunaan cangkang sawit sebagai pengganti batu bara. Untuk ukuran dan ketebalan cangkang sawit ini berbeda dari suatu tempat dengan tempat lainnya. Biasanya tergantung dari mana asal dan jenis buah kelapa sawit yang didapatkan tersebut.

Terdapat tiga jenis kelapa sawit di Indonesia seperti Pisifera, Tenera, dan Dura. Berdasarkan ketebalan cangkang, berikut ini adalah beberapa jenis dan cirinya.

Dura menjadi salah satu buah dari jenis sawit yang punya cangkang tebal. Biasanya jenis ini sering diklaim bisa mempersingkat umur mesin pengolah. Umumnya tandan buah ini terbilang besar dan kandungan minyak setiap tandanya sekitar 18%.

Ciri-ciri cangkang sawit dura yakni tebal cangkangnya sekitar 2-8mm. Pada bagian luar cangkang tidak punya lingkaran serabut dan daging buahnya terbilang tipis, namun daging bijinya besar dan punya minyak yang terbilang rendah. Sawit dura biasanya kerap dipakai sebagai induk betina dalam upaya pemuliaan.

Selanjutnya jenis Pisifera dengan buahnya yang tidak mempunyai cangkang, sehingga tidak punya inti (kernel) yang memproduksi minyak ekonomis. Bunga betinanya steril, untuk itu sangat jarang dapat memproduksi buah. Umumnya, jenis sawit ini memiliki cangkang yang sangat tipis, bahkan hampir tidak ada.

Sementara daging buahnya cenderung lebih tebal dibandingkan sawit jenis dura dan memiliki daging biji yang jauh lebih tipis. Bahkan juga tidak bisa dikembangbiakknya kecuali dengan disilangkan bersama jenis lainnya. Umumnya jenis ini tidak bisa dipakai sebagai material untuk tanaman komersial, namun bisa menjadi induk jantan.

Ciri Ciri dari Jenis Lainnya

Untuk jenis Sawit Tenera adalah hasil persilangan dari induk Dura dan juga jantan Pisifera. Jenis ini juga dianggap menjadi bibit unggul, apalagi bisa saling menutupi kekurangan masing-masing induk. Cangkang buah jenis ini memang tipis, akan tetapi bunga betinanya tetap fertil.

Beberapa Tenera unggul dengan persentase daging per buah sekitar 90% dan kandungan minyak per tandannya sekitar 28%. Ciri-ciri tenera yakni memiliki cangkang tipis (sekitar 0.5 mm-4 mm) dan terdapat lingkaran serabut di sekeliling tempurung. Sementara daging buah yang sangat tebal, tandan buah lebih banyak, dan memiliki ukuran buah cenderung lebih kecil.

Kelapa Sawit punya identitas dan ciri khas tertentu sebagai pembeda antara satu dengan yang lain. Salah satunya yakni ada pada bentuk, warna dan karakteristik tertentu menonjol yang ada pada cangkang. Untuk itu, pada masing-masing jenisnya memiliki ciri-ciri cangkang sawit berbeda. 

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai cangkang sawit, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.