Siapa yang tidak kenal kelapa sawit, salah satu SDA paling berharga di Indonesia? Proses produksi dan panennya tidak lepas dari limbah yang dihasilkan. Salah satu jenis limbah kelapa sawit adalah cangkang atau batok sawit. Mungkin sebagian dari kamu bertanya-tanya sebenarnya pengertian batok sawit apa, sih?

Pengertian dan Keunggulan Batok Sawit Apa Saja Ya?

Pertama, kita bahas dulu pengertiannya. Batok atau cangkang sawit adalah salah satu jenis limbah kelapa sawit dengan ukuran umum 2-4 cm tetapi ada juga yang sedikit lebih besar atau kecil. Tekstur batok sawit yakni keras dan mengandung daging buah putih di dalamnya. Cangkang sawit matang berwarna coklat kehitaman.

Sumber daya alam mungil khas Indonesia yang satu ini juga memiliki berbagai keunggulan, lho! Pertama, batok sawit adalah sumber daya alam yang mudah diperbarui sehingga stoknya akan terus melimpah. Kedua, batok sawit dapat dijadikan sumber bahan bakar listrik dan uap.

Sifatnya yang mudah diperbarui ini membuat produksi energi dengan batok sawit tidak akan membutuhkan biaya yang besar. Selain sumber bahan bakar, batok sawit juga bisa digunakan sebagai bahan dasar pelapis jalan dan campuran pakan ternak, lho!

Ketiga, batok sawit dapat menjadi bahan bakar ramah lingkungan dan pemanfaatannya akan mengurangi limbah yang dapat menyebabkan polusi. Bagaimana? Banyak keunggulan besar yang bisa diberikan oleh sumber daya alam sekecil ini, bukan?

Jenis Batok Sawit Apa Saja, Ya?

Batok sawit tidak cuma terdiri dari satu jenis. Dikutip dari berbagai sumber, jenis cangkang sawit atau lebih tepatnya jenis buah sawit itu sendiri ada tiga, di antaranya dura, tenera, dan pisifera. Biar lebih jelas karakteristik dan perbedaan ketiga jenis tersebut satu sama lain, baca informasi di bawah ini, ya!

1. Dura

Pertama, kita kenalan dulu dengan jenis dura. Spesifikasi cangkang sawit jenis ini yang paling menonjol adalah paling tebal dibandingkan jenis lainnya. Cangkang sawit dura memiliki ketebalan sekitar 2-8 mm.

Nah, ketebalan cangkang ini membuat dura sangat baik dijadikan bahan bakar boiler (mesin uap). Selain itu, cangkang sawit dura juga tidak memiliki serabut. Buah sawit dura sendiri memiliki daging buah yang tipis.

2. Pisifera

Batok sawit apa yang tidak punya batok? Yap, pisifera jawabannya. Berbeda dengan kedua jenis sawit lainnya, cangkang pisifera justru tidak memiliki cangkang, lho! Sebagai pengganti cangkang, sawit pisifera memiliki lingkar serabut.

Nah, apabila buah sawit dura dan pisifera dilakukan kawin silang, maka mereka akan menghasilkan jenis ketiga yakni sawit tenera.

3. Tenera

Jika kamu ditanya “jenis batok sawit apa yang kualitasnya buah utamanya paling baik?” maka jawabannya adalah tenera. Seperti yang penulis sebutkan di atas, jenis sawit yang satu ini adalah hasil kawin silang antara kedua jenis buah sawit lainnya di atas.

Jenis cangkang sawit Indonesia yang satu ini punya ciri ketebalan batok sekitar 0,5-4 mm dan serabut yang lebat. Buah utama tenera pun tebal, tidak seperti dura. Nah, buah yang tebal ini juga bagus banget untuk menghasilkan minyak kelapa.

Penutup

Nah, sekarang kamu sudah tidak bingung lagi dengan pertanyaan “pengertian batok sawit apa, sih?” dan lain-lain tentang sumber daya alam mungil kaya manfaat yang satu ini, kan? Kira-kira, apakah kamu pernah menemukan atau bahkan memanfaatkan batok kelapa sawit?

Jika kamu tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai cangkang sawit, kamu bisa mengunjungi website kami. Kamu juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.