harga cangkang sawit non screening

Mengetahui berapa harga cangkang sawit non screening di pasar sangat penting sebelum melakukan pembelian. Harga yang ditawarkan berbeda-beda bergantung pada banyak faktor yang mempengaruhi.

Indonesia sebagai penghasil sawit terbesar tentu menghasilkan cangkang dalam jumlah besar juga. Seringkali dianggap sebagai limbah, ternyata harga jual dari cangkang kelapa sawit cukup tinggi karena banyak diminati negara-negara lain.

Lalu apa saja jenis cangkang sawit yang laris di pasaran dan apa saja faktor penyebab harganya berubah-ubah? Simak penjelasannya di poin artikel berikut ini.

Cangkang Screening dan Non Screening

Di Indonesia sendiri sudah banyak perkebunan kelapa sawit yang memang dikelola untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Meskipun jumlahnya sangat besar, namun dengan adanya permintaan yang terus meningkat menyebabkan cangkang sawit ini tidak lagi menumpuk sebagai limbah tidak terpakai.

Salah satu hal penting dan harus dipahami tentang cangkang sawit non screening yaitu dalam pemrosesannya. Jadi harus dipahami dulu apa sebenarnya proses screening dan non-screening dalam produk satu ini. Screening sendiri adalah proses penyaringan yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan hasil produk terbaik.

Cangkang yang sudah melewati proses screening menggunakan mesin khusus akan menjadi produk yang jauh lebih bersih. Produk ini bersih dari tanah, besi, kotoran bahkan batu sehingga nilai kalorinya pun juga tinggi. 

Berbeda dengan sawit yang tidak melewati proses screening maka kadangkala masih ditemukan campuran batu dan tanah. Hal ini juga mempengaruhi kualitas cangkangnya sehingga harganya pun jauh lebih murah.

Kualitas inilah menjadikan harga dari cangkang sawit non screening berbeda dengan yang sudah discreening. Apalagi proses screening memerlukan mesin khusus dan tambahan tenaga kerja sehingga wajar saja jika harganya lebih mahal.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Cangkang Sawit Non Screening

Banyak hal penting menjadi faktor yang berpengaruh pada harga cangkang sawit di pasaran. Tidak heran jika Anda bisa menemukan harga yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa hal berikut ini. 

1. Permintaan pembeli

Sudah menjadi hukum alam jika harga cangkang sawit non screening dipengaruhi oleh permintaan pembeli. Ketika permintaan sangat tinggi namun stok terbatas jelas harganya akan naik.

Begitu juga jika pemintaan sedikit sedangkan stok melimpah maka harganya akan cenderung murah. Salah satu faktor naiknya harga karena tingginya permintaan ekspor dari berbagai negara seperti Jepang, Cina dan Korea.

2. Spesifikasi cangkang kelapa sawit

Faktor kedua yaitu dari spesifikasi cangkang tersebut di mana kualitas menjadi hal yang sangat berpengaruh. Kadar air yang ada pada cangkang tersebut menjadi acuan karena mempengaruhi kualitas.

Tahap penyaringan menjadi penentu harga jual karena kualitas yang ditawarkan. Tidak heran jika harga cangkang sawit non screening jauh lebih murah dibanding yang sudah melewati tahap screening.

3. Hak dan kewajiban pembeli

Faktor selanjutnya yaitu hak dan kewajiban pembeli terkait biaya pengiriman ditanggung siapa. Semakin banyak kewajiban yang dibebankan penjual maka biaya harus dikeluarkan juga akan semakin tinggi begitupun sebaliknya.

4. Pajak dan biaya sejenis

Faktor terakhir yaitu pajak, pungutan dan biaya sejenis ini juga mempengaruhi harganya. Harga jual ditambah dengan pajak dan berbagai pungutan jelas akan menaikkan nilai jual lebih besar dari biasanya.

Banyak faktor yang mempengaruhi harga jual produk cangkang sawit terutama terkait proses screening. Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai cangkang sawit, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.