berat cangkang sawit

Hingga saat ini berat cangkang sawit yang terus diekspor Indonesia hingga ke luar negeri terus meningkat setiap tahun. Olahan dari limbah sawit ternyata memberikan banyak manfaat bagi jalannya perekonomian industri sawit Indonesia.

Lalu, hingga tahun ini sudah ada juga daerah baru yang mulai merambah pangsa internasional untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan bahwa akan semakin banyak pengusaha bisa memasuki pasar asing. Simak informasi mengenai transaksi tersebut di bawah ini.

Berat Cangkang Sawit Ekspor Bengkulu ke Thailand

Pada bulan Juli 2022, Pemerintah Provinsi Bengkulu perdana mengekspor cangkang dari kelapa sawit ke Thailand. Berat dari cangkang sawit pada pengiriman perdana ini juga cukup besar, yaitu sekitar 8.500 ton.

Tidak hanya pengiriman perdana pada bulan Juli tersebut saja, setelah itu akan selalu ada pengiriman ke Negara Gajah Putih itu di setiap bulannya. Sudah ada kontrak satu tahun dengan Thailand, di mana pengiriman setiap bulan berat cangkang sawit kiriman berkisar 8.500 ton.

Dengan adanya ekspor ini dapat membantu menjaga surplus pada neraca perdagangan dalam bidang ekspor. Kegiatan ekspor pada sejumlah berat cangkang ini secara berkelanjutan juga dapat membantu perkembangan pada komoditas ekspor lainnya.

Pengiriman menuju Thailand ini dilakukan menggunakan satu buah kapal Tongkang agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.

Berat Cangkang Ekspor Sulawesi Barat ke Jepang

Mendahului Bengkulu selama beberapa bulan, Sulawesi Barat juga telah menjadi eskportir tempurung sawit ini ke Negara Jepang. Pada kegiatan tersebut berat cangkang sawit juga tidak kalah banyak, yaitu sekitar 10.500 ton melalui pelabuhan di Kabupaten Mamuju.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam pemanfaatan limbah agar bisa menjadi komoditi berguna bagi bidang industri besar maupun kecil. Selain itu, cangkang ini juga menjadi salah satu harapan untuk memajukan perekenomian daerah setempat.

Untuk melakukan perdagangan antarnegara, peran pelabuhan menjadi sangat krusial karena menjadi salah satu sarana untuk mensukseskan rencana pembangunan daerah.

Beberapa kemudahan lain dalam proses ini antara lain:

  1. Pembangunan beberapa instansi untuk mendukung kegiatan ekspor cangkang dan komoditi lain.
  2. Menyediakan bantuan pemerintah secara maksimal agar bisnis dapat berjalan lancar.

Selain dua wilayah yang pada tahun 2022 mulai melakukan eskpor perdana, beberapa tahun sebelumnya juga ada pelepasan perdana sejumlah berat cangkang sawit ke luar negeri.

Beberapa contohnya adalah:

  1. Pemerintah Pangkalpinang, bulan Agustus 2020. Pengiriman atau ekspor perdana cangkang ke Jepang. Pengiriman perdana pada pasar internasional ini dimulai dengan berat yang cukup besar, yaitu sekitar 10.000 cangkang sawit.
  2. Bea Cukai Kuala Langsa, bulan Agustus 2020. Ekspor perdana ke Jepang sebanyak 7.060 metrik ton. Jepang merupakan salah satu pangsa potensial bagi industri cangkang kelapa. Hal ini karena negara Jepang gencar melakukan promosi untuk menggunakan sumber energi yang terbarukan, salah satunya biomassa.
  3. Beacukai Parepare, Agustus 2020. Kuantitas cangkang untuk ekspor sekitar 8.000 ton dengan nilai jual bisa mencapai RP8 Milyar lebih. Proses ekspor ini juga diyakini sebagai salah satu usaha dalam memajukan perekonomian.
  4. Bangka Belitung, Agustus 2020. Masih ekspor menuju Jepang dengan kuantitas produk sekitar 10.000 ton dengan menggunakan kapal. Manfaat dari tempurung ini akan diolah menjadi salah satu pembangkit energi listrik dan diolah lagi menjadi briket.

Melihat berat cangkang sawit untuk ekspor dengan kuantitas besar menunjukkan bahwa peluang usaha dan pasar bagi pemilik industri ini masih ada, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan melindungi lingkungan.

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai cangkang sawit, Anda bisa mengunjungi website kami. Anda juga bisa klik di sini untuk terhubung langsung dengan kami.