Ekspor cangkang sawit Indonesia

Kelapa sawit sudah lama dikenal sebagai salah satu hasil pertanian Indonesia yang memiliki nilai jual cukup fantastis. Selain itu, produk ini juga menjadi produk ekspor dengan komoditas yang besar. Bukan hanya biji dan produk turunan berupa minyak tapi ekspor cangkang sawit Indonesia juga tidak kalah besar lho.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Bea Cukai Republik Indonesia, ekspor cangkang kelapa sawit dari Indonesia ke sejumlah negara berbeda dalam beberapa tahun terakhir ini terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Bahkan jumlahnya tidak turun saat ada pandemi Covid pada tahun 2020 kemarin.

Perkembangan Ekspor Cangkang Sawit Indonesia dari Tahun ke Tahun

Perkembangan ekspor cangkang sawit yang terus naik membuat banyak pebisnis tergiur untuk menekuni usaha yang satu ini. Tidak lain karena dirasa sangat menjanjikan bahkan hingga bertahun-tahun ke depan. Inilah perkembangan ekspor cangkang kelapa sawit dari Indonesia dalam beberapa tahun belakangan: 

Tahun 2019

Jumlah ekspor cangkang sawit dari Indonesia yang cukup melonjak dimulai pada tahun 2019 dengan volume sekitar 2,858 juta ton yang nilainya mencapai 188,114 juta dolar Amerika. Atau jika dalam mata uang rupiah setara dengan Rp2,61 triliun.

Tahun 2020

Meskipun pandemi Covid melanda berbagai negara dan bahkan berhasil melumpuhkan perekonomian namun rupanya sejumlah negara tetap memesan arang cangkang sawit dari Indonesia. Jumlahnya pun bisa dibilang kian bertambah lho. 

Pada tahun 2020 silam, Indonesia mengekspor sekitar 3 juta ton cangkang sawit yang nilainya setara dengan 288,357 juta dolar Amerika atau sama dengan Rp4 triliun untuk kloter pertama. Jika dibanding tahun sebelumnya maka volume dari cangkang sawit ekspor ini bertambah sekitar 53,3 persen. 

Lalu pada kloter kedua, jumlahnya bertambah menjadi 3,19 juta ton yang senilai dengan 312,077 juta dolar Amerika atau sama dengan Rp4,45 triliun.

Tahun 2021

Wabah virus Covid-19 masih belum juga usai pada tahun 2021 namun hal ini rupanya tetap tidak membuat jumlah ekspor dari Indonesia menurun. Pada Januari hingga September 2021, jumlah ekspor produk ini justru naik 27,01 persen dari tahun 2020 dan nilainya sendiri mencapai Rp4,1 triliun.

Beberapa negara yang rajin memesan cangkang kelapa sawit dari Nusantara adalah Thailand, Singapura, India, Jepang, dan Korea Selatan. Jepang adalah pelanggan utama dan diperkirakan jumlah cangkang sawit yang diekspor ke negara ini akan terus bertambah.

Hal ini karena Jepang sedang membutuhkan banyak bahan bakar untuk menerapkan energi baru dan terbarukan. Salah satunya bahan bakar utamanya adalah tempurung kelapa sawit. Sedangkan Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil sawit terbesar di Asia Tenggara.

Tahun 2022

Menurut keterangan yang disampaikan oleh ketua dari Asosiasi Cangkang Sawit Indonesia yakni Bapak Dikki Akhmar, tempurung sawit yang awalnya diabaikan kini justru termasuk salah satu penyumbang terbesar untuk APBN. Hal ini dikarenakan telah berkontribusi besar pada devisa ekspor.

Kontribusi cangkang sawit sebagai produk ekspor untuk APBN pada tahun 2022 ini saja mencapai Rp1,2 triliun lho. Dan permintaan dari negara Jepang diperkirakan mencapai 6,2 juta ton belum termasuk dari beberapa negara lainnya tadi.

Adapun jumlah total dari pasokan tempurung sawit di Indonesia untuk tahun ini diprediksi sekitar 11,3 juta ton. Hasil ini diperoleh dari berbagai pabrik kelapa sawit di Nusantara yang tersebar dari Aceh hingga Papua Barat.

Ekspor cangkang sawit dari Indonesia terus naik dari waktu ke waktu dan membuat bisnis jual beli cangkang sawit semakin diminati. Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai cangkang sawit, Anda bisa mengakses website kami. Anda juga bisa klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.