Tempurung kelapa sawit

Tempurung kelapa sawit merupakan cangkang yang belakangan menjadi komoditi pasar ekspor dengan nilai yang tinggi. Awalnya, cangkang kelapa sawit secara tradisional sama seperti serpihan kayu atau ranting yang sudah mati, hanya dibakar atau dibiarkan membusuk di hutan atau lahan pertanian.

Namun kemudian para ilmuwan terus mencari cara untuk mengurangi ketergantungan planet ini pada bahan bakar fosil dan sumber daya tak terbarukan dengan memanfaatkan cangkang kelapa sawit. Apa manfaat dari cangkang kelapa sawit dan mengapa produk ini bisa menjadi ladang bisnis?

Alasan Tempurung Kelapa Sawit Menarik untuk Bisnis

Jika minyak sawit adalah biofuel generasi pertama yang banyak diandalkan, maka dalam beberapa tahun terakhir cangkang kelapa sawit telah muncul sebagai sumber daya bioenergi generasi kedua dengan manfaat yang luar biasa. 

Ada beberapa manfaat dari cangkang kelapa sawit yang membuatnya menarik untuk dijadikan ladang bisnis, di antaranya :

1. Bahan Bakar Biomassa

 Kebijakan terhadap sumber energi terbarukan seperti biomassa sedang meningkat di seluruh dunia. Reaktor biomassa menggunakan bahan bakar yang dapat dikumpulkan dari pertanian dan perkebunan ternyata bisa dikelola secara berkelanjutan. 

Biomassa menjadi alternatif yang sangat menarik karena menggunakan bahan bakar nol atau rendah emisi. Cangkang kelapa sawit memiliki kandungan abu dan belerang yang rendah, sehingga mengeluarkan lebih sedikit gas ke lingkungan saat diproses. 

Nah, sifat-sifat yang dimiliki oleh cangkang kelapa sawit inilah yang menjadikan produk satu ini sebagai sumber energi terbarukan yang sempurna sehingga bisa menjadi bisnis menguntungkan jika dikelola dengan benar.

2. Memiliki Nilai Untung Tinggi 

 Tempurung kelapa sawit sangat menguntungkan dari perspektif bisnis. Sebagai produk sampingan dari minyak kelapa sawit, cangkang adalah salah satu sumber bio-energi termurah yang bisa dimanfaatkan. Produknya tidak besar sehingga mudah dikemas dan diangkut.

Cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar dan komoditas sedang meningkat di berbagai belahan dunia. Jepang, bahkan menjadi negara yang impor cangkang dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia untuk meningkatkan biomassanya.

Saat ini, Indonesia mengekspor cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik biomassa di Jepang dan negara-negara lain yang sedang berkembang. Indonesia dengan sejarah budidaya kelapa sawitnya yang kaya sudah banyak mengekspor cangkang ke negara lain.

3. Bahan Bakar Boiler

 Saat ini, penggunaan utama cangkang sawit adalah sebagai bahan bakar boiler yang melengkapi serat dan digunakan sebagai bahan bakar utama di beberapa industri. Dalam beberapa tahun terakhir tempurung kelapa sawit banyak dijual sebagai bahan bakar alternatif di seluruh dunia.

 Selain menjual cangkang dalam jumlah besar, ada perusahaan yang memproduksi briket bahan bakar dari cangkang yang mungkin termasuk karbonisasi parsial bahan untuk meningkatkan karakteristik pembakaran.

Cangkang inti sawit memiliki kandungan bahan kering yang tinggi (>80% bahan kering). Oleh karena itu cangkang umumnya dianggap sebagai bahan bakar yang baik untuk boiler karena menghasilkan jumlah abu yang rendah.

Begitu juga kandungan K dan Cl-nya yang rendah, semua itu menyebabkan aglomerasi abu yang lebih sedikit. Tentu saja tempurung kelapa sawit sangatlah ideal dan bisa diekspor ke berbagai negara.

Anda bisa mengakses informasi selengkapnya mengenai cangkang sawit di website kami. Jika Anda tertarik untuk mendapatkan cangkang sawit berkualitas dan harga terjangkau, Anda juga bisa klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.