Cangkang sawit untuk pakan ternak

Manfaat cangkang sawit untuk pakan ternak ternyata sudah mulai diketahui oleh banyak orang, khususnya para peternak. Pakan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang perkembangan dan pertumbuhan hewan ternak, seperti sapi, kambing dan lainnya. 

Setiap hewan ternak memiliki jenis pakan yang berbeda untuk memaksimalkan pertumbuhannya, seperti rumput untuk sapi, pelet untuk ikan dan lainnya. Meski begitu, perhitungan biaya juga harus dipertimbangkan dalam bisnis hewan ternak ini. 

Cangkang Sawit untuk Pakan Ternak

Pemberian rumput alam tidak akan cukup untuk meningkatkan produksi ternak agar lebih maksimal sehingga diperlukan pakan tambahan yang lebih bernutrisi. Harga pakan impor yang relatif mahal membuat beberapa peternak tidak mampu memberikan pakan berkualitas.

Padahal, ada bahan lain yang bisa didapatkan dengan mudah, melimpah dan harganya pun relatif lebih murah. Salah satu bahan pakan yang bisa Anda pilih sebagai alternatif adalah bungkil inti sawit atau daging sawit yang bercampur dengan batoknya. 

Bagian bungkil sawit ini mengandung beberapa nilai unsur kimia, seperti lemak 10,5%, serat kasar 12-18%, dan protein 14-17%. Kandungan inilah yang membuat bungkil atau cangkang kelapa sawit bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Campuran Pakan Ternak

Cangkang sawit digunakan sebagai campuran pakan lainnya sesuai dengan kebutuhan atau jenis hewan ternak yang dipelihara. Misalnya, sapi potong yang biasanya menggunakan campuran cangkang sawit sebesar 70%, sapi perah 65% dan domba sebanyak 30%.

Tambahan cangkang sawit pada pakan ternak bisa meningkatkan bobot hewan lebih cepat dan lebih besar. Hal ini dikarenakan cangkang sawit memiliki serat kasar cukup tinggi dan sistem kecernaannya juga relatif rendah dibanding bahan lainnya.

Pengendali Bakteri Jahat

Penggunaan cangkang sawit sebagai bahan campuran pakan ternak bukan tanpa alasan. Salah satu manfaat dari penambahan cangkang sawit adalah sebagai pengendali bakteri jahat dalam pencernaan hewan ternak, yakni Salmonella ke-dougou.

Tidak heran jika sistem pencernaan hewan yang diberikan pakan campuran cangkang sawit lebih sehat dibanding hewan yang diberi pakan biasa. Jadi, tidak ada salahnya Anda menambahkan cangkang sawit untuk pakan ternak.

Proses Fermentasi

Sebelum dijadikan pakan ternak, cangkang sawit ini akan melalui proses fermentasi. Proses ini membutuhkan keberadaan jamur dan bakteri, seperti Eupenicilium javanicum, Aspergilus niger, dan Rhizopus oligosparus

Tujuan dari proses fermentasi ini adalah untuk meningkatkan kandungan protein di dalam pakan ternak dan meningkatkan kecernaan dari hewan tersebut. Peternak bisa menggunakan probiotik yang beredar di pasaran jika sulit menemukannya, seperti EM4, SOC dan lainnya. 

Jika sebelumnya nilai protein dari pakan ternak sebesar 14% maka dengan tambahan cangkang sawit nilai protein yang terkandung akan bertambah menjadi 23%. Jika Anda menambah enzim penghancur serat di dalamnya menjadi 30%. 

Penambahan cangkang sawit dalam pakan ternak bisa meningkatkan performa hewan, bahkan performanya sama dengan ransum biasa, seperti bungkil kedelai dan jagung. 

Cangkang Sawit untuk Pakan Ternak Harga Lebih Terjangkau

Dibanding bahan campuran yang lain, cangkang sawit dirasa lebih terjangkau dari sisi harga. Hal ini dikarenakan ketersediaan cangkang sawit cukup melimpah di Indonesia jadi tidak heran jika harganya lebih terjangkau, apalagi di area perkebunan kelapa sawit.

Bagi Anda yang membutuhkan cangkang sawit untuk pakan ternak, bisa mengunjungi website kami atau klik di sini untuk order cangkang kelapa sawit berkualitas.