Pemanfaatan cangkang kelapa sawit sebagai arang aktif memiliki berbagai keuntungan yang bisa Anda rasakan, khususnya bagi Anda berada di lingkungan industri usaha atau rumah tangga. 

Ada beberapa produk dengan nilai jual yang tinggi dari hasil pemanfaatan tersebut, seperti arang aktif, briket arang, fenol, tepung tempurung, dan asap cair. 

Secara umum, arang aktif biasa digunakan untuk beberapa hal, antara lain seperti pemurnian minyak, pemurnian pulp, pemurnian gas, penjernihan air, dan lain sebagainya. 

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Arang Aktif

Menjadi salah satu limbah dalam pengolahan minyak, cangkang kelapa sawit memiliki persentase peminat yang besar dalam pemanfaatannya menjadi arang aktif.

Setelah melewati proses karbonisasi, arang aktif dapat dibuat hanya kurang dari tiga jam saja. Dalam pembuatan arang aktif, diperlukan suhu yang tepat, yakni 550 derajat Celcius. Proses yang sesuai akan menghasilkan karakeristik arang aktif yang dapat memenuhi Standar Industri Indonesia (SII).

Arang memiliki tingkat keaktifan yang cukup tinggi. Fakta Ini dapat Anda lihat dari daya serap iod yang dihasilkan, yakni mencapai 28,9%. Struktur ini mampu memberikan karbon aktif dalam menyerap uap-uap gas. Selain itu juga bisa berfungsi sebagai alat untuk mengurangi zat-zat liquida.

Proses dan Metode Arang Aktif dari Cangkang Kelapa Sawit

Berikut proses dan metode dari pemanfaatan cangkang kelapa sawit sebagai arang aktif yang perlu Anda ketahui:

1. Proses Karbonisasi

Proses karbonisasi akan menuntun terjadinya peruraian selulosa agar menjadi karbon dengan suhu mencapai 275 derajat Celcius. Maka tidak heran, proses ini sering dipakai dalam pengolahan berbagai bahan, baik padat maupun cair seperti cangkang kelapa sawit, tempurung kemiri, tempurung kelapa, dan limbah kulit hewan. Jenis alat yang digunakan juga bervariasi, mulai dari kiln arang limbah pertanian, kiln bata, tanah, retort, tanur, hingga kiln portable.

2. Proses Aktivasi

Proses berikutnya adalah aktivasi. Pada proses ini, perubahan fisik akan terjadi. Hal ini mengakibatkan luas permukaan meningkat secara tajam karena adanya senyawa sisa-sisa yang hilang. Penyerapan karbon aktif akan meningkat bersamaan dengan konsentrasi yang meningkat pula dikarenakan adanya penambahan aktivator. Setelah itu senyawa-senyawa akan keluar melewati pori-pori karbon aktif, sehingga memperluas permukaannya. Hal ini juga akan menyebabkan terjadinya pembesaran pada daya serap dari karbon aktif tersebut.

3. Metode Penelitian

Pada proses karbonisasi, cangkang kelapa sawit akan dijemur sampai kering terlebih dahulu. Cangkang kelapa sawit yang sudah kering kemudian ditimbang untuk dilakukan karbonisasi, agar membentuk arang.

Pada proses aktivasi, arang yang sudah jadi akan direndam dan dikeringkan dalam oven. Setelah itu, dapat dianalisis lebih lanjut.

4. Metode Analisa

Dalam prosesnya, metode analisa diperlukan untuk memperhitungkan risiko-risiko yang mungkin saja terjadi dan langkah antisipasinya. Proses analisa ditekankan pada tingkat kualitasnya. Ada dua langkah yang akan Anda temui pada metode ini, yakni analisa bahan dan analisa hasil.

Itulah beberapa hal tentang pemanfaatan cangkang kelapa sawit sebagai arang aktif yang dapat dijadikan referensi. Bagi Anda yang tertarik untuk memproduksi arang aktif, Anda bisa mendapatkan bahan dasar cangkang kelapa sawit berkualitas di www.jualcangkangsawit.com atau bisa langsung klik di sini untuk order.