moisture content cangkang kelapa sawit

Moisture content cangkang kelapa sawit terbukti lebih ramah lingkungan dan efisien budget. Maka tak heran apabila keberadaan cangkang sawit sebagai sumber energi terbarukan kian menjadi buruan. khususnya bagi negara-negara industri.

Cangkang kelapa sawit sebenarnya merupakan limbah industri produksi minyak sawit. Dulu, orang memandang keberadaannya sebelah mata. Seiring berjalannya waktu, sentuhan tangan manusia menjadikan onggokan sampah tersebut begitu berarti. Bahkan kini cangkang sawit menjadi barang komoditi berdaya guna tinggi.

Apa Saja Moisture Content Cangkang Kelapa Sawit

Fakta membuktikan bahwa masyarakat lebih suka menggunakan cangkang sawit ketimbang batu bara. Faktor penyebabnya adalah nilai kalori cangkang sawit lebih rendah.

Memang jika memilih untuk menggunakannya Anda membutuhkan jumlah yang lebih banyak. Uniknya, hal ini justru membuat Anda mengeluarkan budget lebih sedikit.

Unsur pembentuk cangkang sawit cukup unik sehingga Anda tidak bisa menemukan pada cangkang buah lain. Lantas, apa saja kandungan cangkang kelapa sawit? Mengapa benda yang tadinya hanya tak dianggap justru saat ini menjadi buruan banyak orang.

Kadar Air Lembab (Moisture in Analysis)

Tak salah apabila orang menjadikan cangkang sawit sebagai bahan bakar. Ini karena barang komoditi tersebut mengandung kadar air sebesar 8-11% (Air Dried Basis). 

Suatu benda akan mudah terbakar apabila intensitas kadar airnya dalam jumlah minim. Belum lagi kadar air yang cukup rendah pada cangkang sawit sehingga memiliki daya tahan dan kekuatan yang terbilang cukup baik.

Kadar Abu (Ash Content)

Selain moisture content yang rendah, kadar abu dari cangkang kelapa sawit juga tak banyak. Inilah mengapa keberadaan cangkang sawit mampu menggeser bahan bakar berupa batu bara. 

Cangkang sawit lebih ramah lingkungan adalah benar adanya. Penggunaan cangkang sawit sebagai bahan bakar substitusi secara tak langsung akan membantu manusia melestarikan sumber daya alam lain yang jumlahnya terbatas, khususnya jenis batu bara. Kesimpulannya, dengan memanfaatkan cangkang sawit berarti Anda turut memberdayakan stok sumber data yang mudah diperbarui.

Kadar yang Menguap (Volatile Matter)

Alasan mengapa cangkang sawit bisa menggantikan peran batu bara adalah memiliki kandungan intensitas kadar penguapan yang cukup tinggi, yakni sekitar 69%-70%. Faktor inilah yang juga menjadi alasan mengapa cangkang sawit begitu ramah terhadap lingkungan sekitar.

Ketika menggunakan cangkang sawit, berarti Anda telah meminimalisir timbulnya polusi udara karena kandungan zat sulphur karbon cangkang sawit relatif rendah. Berbeda jika Anda menggunakan batu bara karena dapat dipastikan akan timbul pencemaran udara. Tentu ini tak baik bagi kesehatan organisme di muka bumi.

Karbon Aktif Murni (Fixed Carbon)

Kadar karbon aktif murni yang terdapat dalam kandungan cangkang kelapa sawit hanya sekitar 20%-22%. Ini menjadikan cangkang kelapa sawit bisa membantu menyerap CO2 dan untuk proses memurnikan biogas.

Pada dasarnya, ukuran partikel dari karbon aktif sangat kecil (mikropori) sehingga mampu membantu menyerap gas lebih baik. Bila melihat dari kadaritas CH, cangkang sawit tentu memiliki kesempatan potensi lebih besar untuk bertindak sebagai adsorben.

Adapun karbon aktif sendiri merupakan material yang terbuat dari arang batok kelapa yang dibakar melalui intensitas suhu yang tinggi sehingga bisa berubah menjadi arang. Melalui hasil pembakaran inilah otomatis ditemukan karbon aktif. 

Jika Anda tertarik untuk mengakses informasi lebih lanjut mengenai cangkang sawit, Anda bisa mengaksesnya di website kami. Anda juga bisa klik link WhatsApp di sini untuk terhubung langsung dengan tim kami.